Rabu, 18 Januari 2017

Kepribadian Seseorang Bisa Diketahui dari Golongan Darah, Yakin?



Kepribadian Seseorang Bisa Diketahui dari Golongan Darah, Yakin?








Banyak bermunculan postingan tentang tipe-tipe kepribadian seseorang berdasarkan golongan darah, entah itu di facebook, LINE, twitter, bahkan sudah diterbitkan dalam bentuk buku komik yang unyu-unyu menggemaskan. Awalnya, saya juga membacanya dan terkadang merasa cocok dengan kepribadian saya. Namun, ketika saya lebih jauh mencari informasi tentang kebenaran postingan tersebut, ternyata hanya boongan guys, dan malah itu salah buuuesaar, hingga menimbulkan masalah sosial. Nah loh!

Seserius itukah? Padahal kan, itu cuma buat bercanda?

Nyatanya iya, seriuuus banget, karena mereka yang mem-posting belum paham banget tentang konsep golongan darah itu kayak gimana, mereka percaya dengan fakta yang ngaco, dan juga mengambil istilah sains didalamnya.

Okey. Malah tambah bingung, kan. Sip. Stay tune!

Apa Itu Golongan Darah?
Pertama, tentunya kita harus tau, apa sih golongan darah itu. Disini, saya akan menjelaskan golongan darah sitem ABO seperti yang diilustrasikan dalam komik strip itu. Mungkin penjelasan saya merembet ke transfusi darah, supaya kalian membayangkan esensi dari golongan darah itu dan kaitannya atau ketidakterkaitannya ke kepribadian manusia.

Sistem golongan darah pertama kali ditemukan oleh Karl Landsteiner pada tahun 1901. Ketika itu ada beberapa pasien yang melakukan transfusi darah, sebagian ada yang berhasil, dan sebagian lagi meninggal ketika transfusi dilakukan. Si Karl penasaran, jika semua darah manusia sama, mengapa ada yang berhasil dan ada yang gagal? Hasil penelitiannya itu yang membuat Karl mendapatkan Nobel pada 1930.
Golongan darah adalah sistem pengelompokan darah berdasarkan ada atau tidaknya antigen tertentu di permukaan eritrosit (sel darah merah). Ada 4 jenis antigen yang ditemukan dalam eritrosit, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:


                            

Orang yang permukaan eritrositnya ada antigen A, maka orang tersebut mempunyai golongan darah A. Jika di permukaan eritrositnya ada antigen B, maka orang itu darahnya masuk golongan B. Ada sebagian yang agak rakus, hehe, yaitu yang punya antigen A dan B, maka orang itu berdarah AB. Dan yang terakhir ada yang polos, di eritrositnya gak ada antigennya, dialah orang golongan darah O. Tapi, lebih enak disebut type zero.

Nah, terus antigen itu apa? Antigen adalah zat (biasanya berupa protein atau polisakarida) yang memicu respon kekebalan dalam tubuh (imun). Antigen A atau B sudah “alami” ada pada tubuh, yang dikenali sebagai bagian dari tubuh kita. Tapi, kadang tubuh kita kemasukan antigen asing dari lingkungan luar yang berpotensi menimbulkan kerusakan, bisa melalui makanan, kulit, dan lain-lain. Ketika tubuh dimasuki oleh antigen, tubuh akan meresponnya dengan membentuk antibodi (imunitas). Bedanya sama antigen yang cuma bertugas merangsang respon imun, antibodi berperan untuk melawan antigen asing menggunakan hasil produksi sistem imun. Nah, penting banget buat tubuh kita untuk mempunyai sebanyak mungkin antibodi.
TAPI, tubuh TIDAK BISA punya antibodi yang sama dengan antigen pada permukaan eritrosit. Misalnya, jika darah kalian B, maka gak boleh banget darah kalian punya antibodi anti-B. Jika antigen B ketemuan sama antibodi anti-B, akan terjadi aglutinasi (penggumpalan) yang akan berdampak kematian. Serem, ya!
Makanya, pasien berdarah B (antigen B) tidak bisa mentransfusi darahnya ke pasien berdarah A (antibodi anti-B). Kasihan kan si A nanti darahnya menggumpal terus meninggal.
Nah, itulah yang dijelaskan si Karl dan jadi dasar transfusi darah sampe sekarang.

Tinjauan Ilmiah Terhadap Konsep Kepribadian Golongan Darah
Setelah penjelasan diatas, kalian sudah faham kan? Sudah dong? Oke.
Dan dibagian ini kita sama-sama meninjau dan menganalisis masalah komik unyu-unyu tadi, hehe. Karena kalian sudah tau dasar dari golongan darah, mungkin sekarang pertanyaannya jadi begini:
“Apakah benar antigen yang ada di permukaan eritrosit, yang sebenarnya berfungsi pemicu respon imun tubuh bisa digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang?”
Mudah kok jawabnya, kita sama-sama bisa menalar bahwa itu TIDAK BENAR! Antigen itu kaitannya dengan respon imun tubuh, bukan dengan kepribadian seseorang. Coba kalian bayangkan, kepribadian seseorang itu bersifat dinamis dan fleksibel, dapat berubah karena pengaruh pengalaman hidup dan perubahan budaya. Sama sekali tidak terkait dengan golongan darah manusia yang selalu tetap sejak lahir.
Jadi, konsep penentuan kepribadian seseorang dengan golongan darah itu aliran sesat menurut sains.
“Lalu, kenapa kadang-kadang sistem golongan darah itu benar?, kok cocok dengan kepribadian saya?”
Itulah yang disebut kesalahan logika (logical fallacy) dalam bentuk validasi subjektif/bias selektif. Validasi subjektif/bias selektif adalah kecenderungan orang-orang menganggap sepotong informasi menjadi benar jika memiliki makna pribadi atau penting bagi mereka.
Nah, seperti itu. Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar