Sebahaya Apa MSG (monosodium glutamat)
Itu?
Apa itu MSG? apa itu Glutamat?
Monosodium glutamate merupakan garam
yang molekul penyusunnya berupa sodium/natrium (Na) dan glutamat. Lalu,
glutamat itu apa? Glutamat merupakan asam amino non esensial yang yang dapat
dibuat sendiri oleh tubuh kita. Bukan berarti asam amino non esensial itu gak
penting bagi tubuh kita, tapi kita gak perlu nambahin asam amino tersebut dalam
makanan kita karena bisa dibuat sendiri di dalam tubuh.
Glutamat berperan penting bagi tubuh
manusia, yaitu untuk proses metabolisme dan bahan baku pembuatan protein.
Mungkin sejak SD, kalian sudah tau fungsi protein, yaitu sebagai zat pembangun
sel-sel tubuh yang rusak, menggantikannya dengan sel-sel baru, dan sebagainya.
Jadi di satu sisi, kalian harus tau bahwa glutamat memang penting bagi manusia.
Glutamat dihasilkan dengan cara ekstraksi dari fermentasi alami
tumbuh-tumbuhan, seperti lobak, tebu, dan gandum.
Fungsi dan Dosis MSG
MSG sudah digunakan secara luas
sebagai penyedap rasa makanan, mulai dari makanan instan seperti nugget, baso, sup,
hingga makanan yang di warung-warung. Kenapa sih, MSG bisa bikin makanan jadi
enak? MSG bekerja dengan memperkuat rasa alami daging, ikan, sayur, dan
lainnya. MSG bisa memperkuat rasa karena glutamatnya. Rasa gurih yang dihasilkan
oleh glutamat ternyata bukan tipe rasa yang kita kenal pada umumnya, seperti
manis, asin, asam, pahit. Rasa enak yang dihasilkan oleh MSG punya tipe rasa
lain. Manusia mempunyai bagian reseptor lidah tersendiri untuk mengecap rasa
gurih MSG.
Berapa kadar Glutamat yang masuk dalam
tubuh orang-orang dunia? Orang Amerika dan Eropa rata-rata mengonsumsi glutamat
sekitar 11 gram glutamat alami dan 1 gram dari glutamat dari MSG per harinya.
Sedangkan orang-orang Asia jumlah konsumsi glutamat lebih tinggi, yaitu 3-4
gram per hari. Mengapa? Karena orang-orang Asia sudah terbiasa dengan konsumsi
glutamat sejak kecil. Efeknya, toleransi tubuh orang Asia terhadap glutamat
relative lebih tinggi daripada orang Eropa.
Dosis
MSG yang direkomendasikan oleh U.S Food and Drug Administration (FDA) adalah
sekitar 30 mg per berat badan. Misalnya, kalian punya berat badan 50
kg, maka dosis MSG yang direkomendasikan adalah sekitar 1,5 gram/hari.
Bagaimana Tubuh Kita Merespon MSG?
Menurut FDA, MSG yang kita makan akan
dipecah oleh sistem pencernaan menjadi sodium/natrium (Na) dan glutamat. Na
akan jadi ion yang terlibat dalam berbagai macam proses di tubuh. Lah,
glutamatnya gimana? 95% glutamat yang dikonsumsi akan dimetabolisme oleh
sel-sel usus halus dan akan dijadikan sebagai energi untuk menjalankan
pencernaan di usus halus itu sendiri. Yang 5%-nya akan berguna untuk pembuatan
protein. Jika kelebihan Na didalam tubuh akan dikeluarkan melalui urin. Gitu
aja repot, hehe.
So, MSG Aman nggak?
Lagi-lagi menurut FDA, MSG
dikategorikan sebagai zat yang cukup aman jika dosisnya sesuai yang
direkomendasikan mereka. Bagaimana dengan anggapan bahwa MSG bisa bikin pusing
dan mual? Dan ada lagi yang wah, apa betul MSG bikin bodoh? Yuk, dilurusin
faktanya satu-satu!
1. Kenapa MSG bikin pusing dan mual?
Efek pusing dan mual setelah
mengkonsumsi MSG disebut sebagai Chinese Restaurant Syndrom (CRS).
Istilah CRS pertama kali muncul pada
sekitar tahun 1968. Dr. Robert Ho Man Kwok menyebut CRS adalah gejala pusing,
mual, lemas, dan lainnya yang umumnya terjadi sekitar 20 menit setelah makan di
restoran Chinese. Mungkin sebagian dari kalian sudah tau, bahwa restoran
Chinese menambahkan MSG yang relative lebih banyak dibandingkan banyak restoran
lain.
Setelah dilakukan penelitian lebih
lanjut, ternyata efek pusing dan mual
setelah mengkonsumsi MSG (Chinese restaurant syndrome) ini bukan diakibatkan
oleh MSG, tapi lebih tepatnya diakibatkan oleh glutamat. Loh, bukannya sama
aja?
Beda
banget. Kalian harus inget bahwa MSG adalah garam penyedap, sedangkan glutamat
adalah asam amino non esensial yang gak hanya terkandung dalam MSG doang. Misalnya,
jika kalian kebanyakan makan keju (mengandung 1200 mg/100 gr glutamat) juga
bisa bikin kena gejala pusing dan mual akibat CRS.
Pas
diuji, hasilnya bener. Ketika diujikan kepada 2 kelompok orang: kelompok 1
diberikan makanan tanpa MSG, sedangkan kelompok 2 diberikan makanan dengan
tambahan MSG. Walaupun pada satu kelompok dikasih tambahan MSG dan kelompok
lain tidak, diusahakakan jumlah glutamat total pada makanan yang diberikan pada
kedua kelompok harus sama.
Gimana
hasilnya? ada yang terkena gejala CRS pada kedua kelompok, tapi sebagian besar
sehat-sehat aja. Dari pengujian itu, diperoleh kesimpulan bahwa yang membuat seseorang pusing dan mual
setelah makan MSG (kena gejala CRS) karena memang orangnya yang tidak toleran
terhadap glutamat berlebihan (glutamat intolerant). Biasanya mereka mulai
terkena CRS jika diberi glutamat lebih dari 3 gram. Tapi, hal tersebut dalam
keadaan rata-rata, pasti ada orang yang lebih sensitive da nada yang lebih
toleran.
Sampai
sini, saya harap bisa menerapkan pemahaman yang serupa dengan MSG. Dan selalu
ingat, semua zat bisa berguna atau berbahaya bagi tubuh kita bergantung pada
dosisnya.
Masih
mau lanjut? monggo
2. MSG bikin bodoh?
Waduh,
rada ngeri, ya. Gini ceritanya. Glutamat memiliki fungsi lebih pada otak, yaitu
sebagai neurotransmiter. Neurotransmiter berperan untuk menyamoaikan sinyal
dari sel saraf ke sel target, seperti sel otot atau sel endokrin (kelemjar
hormon). Tapi, kadar glutamat berlebih bangaet di otak memang dapat menyebabkan
kerusakan pada otak.
Pada
tahun 1970, Bazzano, D’Ellia dan Olson melakukan penelitian pada 11 orang dewasa.
Setiap orang diberi asupan glutamat sampai dengan 100 gram setiap hari selama
42 hari. Setiap harinya, peneliti mengawasi status kesehatan para relawan dan
melihat efek glutamat yang diberikan ke sistem syaraf. Sampai hari ke-42, tidak ditemukan bukti bahwa MSG dapat
merubah struktur maupun fungsi sistem syaraf para relawan tersebut.
Dengan
demikian, anggapan bahwa MSG bikin orang bodoh itu tidak punya landasan bukti
yang valid.
Sampai
disini penjelasan panjang lebar saya. Semoga bermanfaat. Jangan bosen mampir ke
blog saya. Salam pendidikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar