Jumat, 20 Januari 2017

Sebahaya Apa MSG Itu?





Sebahaya Apa MSG (monosodium glutamat) Itu?


Apa itu MSG? apa itu Glutamat?

Monosodium glutamate merupakan garam yang molekul penyusunnya berupa sodium/natrium (Na) dan glutamat. Lalu, glutamat itu apa? Glutamat merupakan asam amino non esensial yang yang dapat dibuat sendiri oleh tubuh kita. Bukan berarti asam amino non esensial itu gak penting bagi tubuh kita, tapi kita gak perlu nambahin asam amino tersebut dalam makanan kita karena bisa dibuat sendiri di dalam tubuh.


Glutamat berperan penting bagi tubuh manusia, yaitu untuk proses metabolisme dan bahan baku pembuatan protein. Mungkin sejak SD, kalian sudah tau fungsi protein, yaitu sebagai zat pembangun sel-sel tubuh yang rusak, menggantikannya dengan sel-sel baru, dan sebagainya. Jadi di satu sisi, kalian harus tau bahwa glutamat memang penting bagi manusia. Glutamat dihasilkan dengan cara ekstraksi dari fermentasi alami tumbuh-tumbuhan, seperti lobak, tebu, dan gandum.

Fungsi dan Dosis MSG

MSG sudah digunakan secara luas sebagai penyedap rasa makanan, mulai dari makanan instan seperti nugget, baso, sup, hingga makanan yang di warung-warung. Kenapa sih, MSG bisa bikin makanan jadi enak? MSG bekerja dengan memperkuat rasa alami daging, ikan, sayur, dan lainnya. MSG bisa memperkuat rasa karena glutamatnya. Rasa gurih yang dihasilkan oleh glutamat ternyata bukan tipe rasa yang kita kenal pada umumnya, seperti manis, asin, asam, pahit. Rasa enak yang dihasilkan oleh MSG punya tipe rasa lain. Manusia mempunyai bagian reseptor lidah tersendiri untuk mengecap rasa gurih MSG.

Berapa kadar Glutamat yang masuk dalam tubuh orang-orang dunia? Orang Amerika dan Eropa rata-rata mengonsumsi glutamat sekitar 11 gram glutamat alami dan 1 gram dari glutamat dari MSG per harinya. Sedangkan orang-orang Asia jumlah konsumsi glutamat lebih tinggi, yaitu 3-4 gram per hari. Mengapa? Karena orang-orang Asia sudah terbiasa dengan konsumsi glutamat sejak kecil. Efeknya, toleransi tubuh orang Asia terhadap glutamat relative lebih tinggi daripada orang Eropa.

Dosis MSG yang direkomendasikan oleh U.S Food and Drug Administration (FDA) adalah sekitar 30 mg per berat badan. Misalnya, kalian punya berat badan 50 kg, maka dosis MSG yang direkomendasikan adalah sekitar 1,5 gram/hari.

Bagaimana Tubuh Kita Merespon MSG?

Menurut FDA, MSG yang kita makan akan dipecah oleh sistem pencernaan menjadi sodium/natrium (Na) dan glutamat. Na akan jadi ion yang terlibat dalam berbagai macam proses di tubuh. Lah, glutamatnya gimana? 95% glutamat yang dikonsumsi akan dimetabolisme oleh sel-sel usus halus dan akan dijadikan sebagai energi untuk menjalankan pencernaan di usus halus itu sendiri. Yang 5%-nya akan berguna untuk pembuatan protein. Jika kelebihan Na didalam tubuh akan dikeluarkan melalui urin. Gitu aja repot, hehe.

So, MSG Aman nggak?

Lagi-lagi menurut FDA, MSG dikategorikan sebagai zat yang cukup aman jika dosisnya sesuai yang direkomendasikan mereka. Bagaimana dengan anggapan bahwa MSG bisa bikin pusing dan mual? Dan ada lagi yang wah, apa betul MSG bikin bodoh? Yuk, dilurusin faktanya satu-satu!

1.   Kenapa MSG bikin pusing dan mual?

Efek pusing dan mual setelah mengkonsumsi MSG disebut sebagai Chinese Restaurant Syndrom (CRS).
Istilah CRS pertama kali muncul pada sekitar tahun 1968. Dr. Robert Ho Man Kwok menyebut CRS adalah gejala pusing, mual, lemas, dan lainnya yang umumnya terjadi sekitar 20 menit setelah makan di restoran Chinese. Mungkin sebagian dari kalian sudah tau, bahwa restoran Chinese menambahkan MSG yang relative lebih banyak dibandingkan banyak restoran lain.


Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, ternyata efek pusing dan mual setelah mengkonsumsi MSG (Chinese restaurant syndrome) ini bukan diakibatkan oleh MSG, tapi lebih tepatnya diakibatkan oleh glutamat. Loh, bukannya sama aja?

Beda banget. Kalian harus inget bahwa MSG adalah garam penyedap, sedangkan glutamat adalah asam amino non esensial yang gak hanya terkandung dalam MSG doang. Misalnya, jika kalian kebanyakan makan keju (mengandung 1200 mg/100 gr glutamat) juga bisa bikin kena gejala pusing dan mual akibat CRS.
Pas diuji, hasilnya bener. Ketika diujikan kepada 2 kelompok orang: kelompok 1 diberikan makanan tanpa MSG, sedangkan kelompok 2 diberikan makanan dengan tambahan MSG. Walaupun pada satu kelompok dikasih tambahan MSG dan kelompok lain tidak, diusahakakan jumlah glutamat total pada makanan yang diberikan pada kedua kelompok harus sama.

Gimana hasilnya? ada yang terkena gejala CRS pada kedua kelompok, tapi sebagian besar sehat-sehat aja. Dari pengujian itu, diperoleh kesimpulan bahwa yang membuat seseorang pusing dan mual setelah makan MSG (kena gejala CRS) karena memang orangnya yang tidak toleran terhadap glutamat berlebihan (glutamat intolerant). Biasanya mereka mulai terkena CRS jika diberi glutamat lebih dari 3 gram. Tapi, hal tersebut dalam keadaan rata-rata, pasti ada orang yang lebih sensitive da nada yang lebih toleran.
Sampai sini, saya harap bisa menerapkan pemahaman yang serupa dengan MSG. Dan selalu ingat, semua zat bisa berguna atau berbahaya bagi tubuh kita bergantung pada dosisnya.

Masih mau lanjut? monggo

2.   MSG bikin bodoh?

Waduh, rada ngeri, ya. Gini ceritanya. Glutamat memiliki fungsi lebih pada otak, yaitu sebagai neurotransmiter. Neurotransmiter berperan untuk menyamoaikan sinyal dari sel saraf ke sel target, seperti sel otot atau sel endokrin (kelemjar hormon). Tapi, kadar glutamat berlebih bangaet di otak memang dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Pada tahun 1970, Bazzano, D’Ellia dan Olson melakukan penelitian pada 11 orang dewasa. Setiap orang diberi asupan glutamat sampai dengan 100 gram setiap hari selama 42 hari. Setiap harinya, peneliti mengawasi status kesehatan para relawan dan melihat efek glutamat yang diberikan ke sistem syaraf. Sampai hari ke-42, tidak ditemukan bukti bahwa MSG dapat merubah struktur maupun fungsi sistem syaraf para relawan tersebut.
Dengan demikian, anggapan bahwa MSG bikin orang bodoh itu tidak punya landasan bukti yang valid.

Sampai disini penjelasan panjang lebar saya. Semoga bermanfaat. Jangan bosen mampir ke blog saya. Salam pendidikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar