Selasa, 17 Januari 2017

Sebenarnya, Untuk Apa Kita Belajar?



Sebenarnya, Untuk Apa Kita Belajar?




T: “Buat apa sih kamu belajar terus setiap hari? Dari pagi di sekolah, sore ikut bimbel, dan malamnya masih betah buka buku?”
J: “Biar nilaiku bagus, dapat peringkat, kalo lulus diterima di PTN, gampang cari kerja, gampang cari duit, buat orang tua bangga.”
Mungkin itu jawaban anak sekolahan ketika ditanya apa tujuan mereka belajar mati-matian, bahkan sampek lupa makan, banyak pikiran, dan sakitnya kambuh.

Tapi, pernah gak sih, kalian berpikir sambil merenung lama banget cuma untuk tanya ke diri sendiri, “Sebenarnya buat apa sih aku belajar? Apa sebenarnya tujuanku belajar mati-matian?”

Pernah?

Coba tanya ke orang tua kalian tentang tujuan belajar, mungkin jawaban mereka gak jauh-jauh dari: “Kamu harus belajar supaya pinter, kalo pinter nanti gampang cari kerja, dapat gaji tinggi.”
Bener juga sih, tapi kok tujuannya UUD (Ujung-Ujungnya Duit, hehe) tapi gak semua orang tua gitu kok, cuma kebanyakannya gitu.

Besok di sekolah, tanya ke guru, waka kurikulum, atau guru BK, mungkin jawaban mereka seperti ini: “Ya supaya kamu berprestasi, dapat berguna untuk negara ini, untuk mengharumkan nama sekolah ini, dan syukur-syukur jika kamu bisa mengharumkan bangsa kita.”

Para pelajar Indonesia sudah mengalami peliknya belajar selama bertahun-tahun dengan rasa terpaksa, mereka berangkat ke sekolah pagi-pagi, pulang sore, malemnya ngerjakan tugas. Dan itu jadi rutinitas tanpa mereka tau sebenarnya tujuannya untuk apa. Mau gak kalian dipaksa untuk melakukan rutinitas, selama bertahun-tahun, dan kalian gak tau itu semua buat apa? gimana rasanya?
Belajar seolah jadi beban, terpaksa, hanya mengejar kepentingan tertentu. Iya kan?



Terus gimana dong, seberapa penting pertanyaan ini?

 Okey.

Pertama, tujuan belajar seseorang itu bersifat pribadi, sakral, privasi dan hanya mereka sendiri yang tau. Tapi, kalian gak akan menemukan tujuan belajar itu dalam diri kalian sendiri. Loh!
Banyak orang, terutama pelajar, mencoba mengenali minat dan bakat mereka, dengan ikut finger print, tes minat bakat, dan seabrek tes-tes yang lain. Itu gak akan membantu kalian menemukan tujuan dari belar itu sendiri. Bayangkan jika kita ingin sukses dari minat dan bakat, tapi usahanya hanya sebatas nerawang, apa hasilnya? Semu, rek!

Kedua, yang harus kalian lakukan adalah  keluar dari zona nyaman!
Jangan hanya mesra-mesra sama buku, hai para kaum intelektual muda. Kalau kalian biasanya hanya ngerjain soal-soal fisika, kimia, biologi, coba deh berdiri terus lari ke tempat yang kalian suka. Coba sesuatu yang baru. Hidup itu bukan hanya sekedar menjalani rutinitas. Kita juga punya hak untuk refreshing. Jangan takut mencoba hal baru!

Ketiga, eksplor lingkungan sekitar kalian!
Lingkungan tempat tinggal kalian sesungguhnya penuh misteri lho. Siapa tau, dengan kalian mengorbankan waktu untuk lebih peduli dan mencoba untuk berpetualang di lingkungan akan sedikit banyak membantu permasalahan yang ada. Siapa tau, ilmu kalian bermanfaat bagi orang lain. Itu akan lebih baik dibanding kalian menjalani rutinitas yang monoton, penuh beban, dan penuh keterpaksaan, hehe.
Belajar bukan perihal membaca buku, artikel panjang, dan menulis ringkasan materi. Ayo temukan dan ciptakan cara belajar yang unik, sampek kalian tau apa tujuan belajar kalian selama ini.
Semangat Belajar:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar